Senin, 30 Juni 2008

mklh ibadah

A. PENGERTIAN IBADAH

Kata “ibadah” menurut bahasa berarti : taat, tunduk, merendahkan diri dan menghambakan diri. Adapun kata “ibadah” menurut istilah berarti :Penghambaan diri yang sepenuh-penuhnya untuk mencapai keridhoan alloh dan mengharap pahala-Nya di akhirat. Dalam hal ini Ibnu Taimiyah merumuskan bahwa ibadah menurut syara itu : tunduk dan cinta. Artinya tunduk mutlak kepada allah disertai cinta sepenuhnya kepada-Nya. Oleh karena itu unsur ibadah adalah :
1. Taat dan tunduk kepada allah.
Artinya , berkewajiban melaksanakan segala perintah dan menjauhi segala larangan Allah yang dibawakan oleh rasulnya. Oleh karena itu, belum termasuk ibadah apabila seseorang tidak mau tunduk kepada perintah-perintah-Nya, tidak mau taat kepada aturan-aturan-Nya. Meskipun ia mengakui adanya Allah yang menciptakan langit dan bumi.
2. Cinta kepada allah.
Bahwa rasa wajib, taat dan tunduk itu timbul dari hati yang cinta kepada Allah, yakni ketundukan jiwa darihati yang penuh kecintaan kepada Allah., dan merasakan kebesaran-Nya, karena memiliki keyakinan bahwa Allah yang menciptakan alam semesta dan segala isinya.
B. MACAM-MACAM IBADAH
Ibadah pada dasarnya digolongkan menjadi dua yaitu:
1. Ibadah umum.
Artinya ibadah yang mencakup segala aspek kehidupan dalam rangka mencari keridhoanAllah.
2. Ibadah khusus.
Artinya iabadah yang macam dan cara pelaksanaannya ditentukan oleh syara’. Ibadah khusus ini bersifat tetap dan mutlak, manusia tinggal melaksanakan sesuai dengan aturan dan tuntunan yang ada, tidak boleh mengubah , menambah dan mengurangi. Misalnya :Bersuci, shalat, puasa ramadhan dsb.
C. TUJUAN IBADAH
Ibadah dalam Islam bertujuan mewujudkan hubungan antara hamba dengan tuhannya serta mendidik mental. Ibadah dalam Islam juga bertujuan memperkokoh dan melatih diri hamba tersebut agar mampu menghadapi berbagai cobaan hidup, sehingga dapat menjalani hidup sebagaimana yang Allah perintahkan. Ia juga bertujuan untuk mendorong manusia agar beribadah kepada Allah dalam semua aspek dan aktivitas. Untuk lebih jelasnya kita akan membahas tujuan-tujuan ibadah islam ini:
1. Mewujudkan hubungan antara hamba dengan tuhannya serta mendidik mental.
Hubungan hamba dengan tuhannya dapat diwujudkan melalui muroqobah (sikap selalu merasa dalam pengawasan Allah) dan hudlu (tunduk). Dengan sifat tersebut seorang hamba tidak melupakan kewajibannya untuk beribadah, bertobat, serta menyandarkan diri kepada Allah. Hal ini tertera sebagaimana dalam Al Qur’an sebagai berikut:

“Hanya kepada-Mu kami menambah dan hanya kapada-Mu kami memohon pertolongan (untuk beribadah kepada-Mu).”(Qs Al Fatihah:5).
Oleh karena itu , hubungan tersebut akan membebaskan manusia dari penghambaan diri pada nilai-nilai kehidupan dunia dan nafsu yang bathil, karena kedua hal tersebutlah yang sering mengganggu kebahagiaan, kehormatan dan harta setiap manusia.
2. Menjadikan manusia ingat akan kewajibannya terhadap diri sendiri dan manusia lainnya serta memperkokoh rasa cinta dan solidaritas dengan sesama.
Dengan keadaan ini, ia tidak akan lupa bahwa dia adalah anggota masyarakat yang punya hak dan kewajiban untuk memberi nasihat dan pertolongan. Oleh karena itu banyak ayat Al Qur’an ketika berbicara tantang fungsi ibadah menyebutkan dampaknya terhadap kehidupan pribadi dan sosial.contohnyaketika al qur;an berbicara tentang shalat, ia menjelaskan fungsinya:

“…sesungguhnya shalat itu mencegah perbuatan keji dan mungkar..”(Qs Al Ankabut:45).
Apabila seorang mukmin tidak menunaikan hak saudara dan masyarakat serta negaranya, juga tidak mau memberikan saran dan tidak mau mencegah bahaya yang akan menimpa. Maka ibadahnya tidak akan berguna dan tidak akan menyelamatkannya dari siksa Allah swt. Rasulullah saw diberi tahu bahwa ada seorang perempuan yang selalu shalat pada malam hari dan berpuasa di siang hari, namun ia selalu menyakiti tetangganya. Maka Rasulullah saw bersabda:

“Tidak ada kebaikan dalam ibadahnya dan ia masuk neraka”(HR. Hakim).
3. Mengaktifkan dan menguatkan fisik serta melatih untuk menanggung segala bencana dan kesulitan hidup dan terbiasa untuk mementingkan orang lain.
Islam mengungkap tujuan ini karena realitas kehidupan membutuhkan manusia yang kuat, fisik dan mental, serta disiplin dalam hidupnya. Tujuan tersebut dapat dilihat dengan jelas dalam pelaksanaan shalat, mulai dari wudlu, berdiri, ruku’, sujud, dan aturan-aturan lainnya.
D. PRINSIP-PRINSIP IBADAH
Islam menggariskan prinsip-prinsip ibadah sebagai berikut:
1. Yang berhak disembah hanya Allah
Ayat-ayat Al Qur’an yang mengajarkan bahwa hanya Allah yang berhak disembah. Antara lain:
Surat Al fatihah :5 mengajarkan bahwa hanya Allah yang berhak disembah dan dimintai pertolongan.
Surat An nisa :36 menyuruh agar orang hanya menyembah hanya kepada Allah , jangan ada sesuatupun yang disekutukan kepada Allah , karena menyekutukan Allah termasuk “syirik” sebagaimana ditegaskan dalam surat An Nisa:48 bahwa syirik adalah perbuatan dosa besar yang tidak memperoleh ampunan Allah kecuali bertaubat.
Surat An Nahl :36 menjelaskan bahwa ajakan beribadah itu tidak hanya ditujukan kepada Allah, tetapi juga menjadi ajaran para Rasul.
2. Ibadah tanpa perantara
Islam membebaskan manusia dari dari system perantara dalam beribadah. Al Qur’an surat al baqarah :186 mengajarkan bahwa Allah dekat kepada hamba-hambanya, akan dikabulkan permohonan orang yang berdoa kepada-Nya. Al Qur’an surat Qof:16 memberi ketegasan bahwa kedekatan Allah kepada manusia lebih dekat daripada urat lehernya.
3. Ikhlas merupakan sendi ibadah yang akan diterima
Ibadah yang disertai dengan hati yang ikhlas sajalah yang diterima oleh Allah, sebab hakikat ibadah bukan bentuk lahiriyahn, tetapi pada hati yang murni. Al Qur’an surat Az Zumar :11-12 mengajarkan bahwa perintah menyembah Allah itu diiringi dengan niat yang ikhlas serta penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah. Selain pada surat Az Zumar ayat 11-12 tersebut, Allah juga mengajarkan pada ayat yang lain, seperti pada Al Qur’an surat Al Bayinah: 4-5 dan Al Qur’an surat Al Kahfi : 110 .
4. Ibadah sesuai dengan tuntunan.
Al Qur’an surat Ali Imran :21 mengajarkan bahwa jika orang benar-benar cinta kepada Allah harus mengikuti tuntunan yang diberikan Nabi Muhammad saw.
5. Memelihara keseimbangan unsur jasmani dan rohani.
Al qur’an surat Al Qasas :77 mengajarkan agar orang mencari perkampungan akhirat dalam pemberian tuhan , tetapi jangan melupakan kehidupan di dunia.
6. Mudah dan meringankan.
Islam mengajarkan bahwa ibadah adalah mudah dan ringan dengan tujuan agar orang dengan senang hati melaksanakan secara kontinyu, agar jangan sampai dirasakan terlalu banyak beban yang akan menyempitkan hidup manusia. Prinsip mudah dan meringankan itu sesuai dengan firman Allah dalam surat Al baqarah:286 yang mengajarkan bahwa Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.

Tidak ada komentar: