Senin, 30 Juni 2008

sihir

ANTARA SIHIR dan KAROMAH
Para cendekiawan muslim yang dirahmati oleh Allah SWT, mengingat akhir-akhir ini banyak sekali tukang sihir yang mengaku sebagai thabib dan mengobati orang sakit dengan jalan sihir atau perdukunan. Mereka kini banyak menyebar di berbagai pelosok negeri, mungkin orang-orang awam yang tidak mengerti sudah banyak menjadi korban pemerasan mereka.
Maka atas dasar untuk mengharap ridha Allah SWT dan keperihatinan yang sering terjadi saat ini, penulis akan berusaha menjelaskan tentang hikayah sihir, hakikat sihir, dan cara pejagaan dari sihir. Pada pembahasan ini penulis banyak menggunakan buku yang ditulis oleh Perdana Ahmad dan Syekh Abdul Aziz Bin Abdullah Bin Baz sebagai referensi.
Dengan memohon pertolongan Allah SWT, berobat dibolehkan menurut kesepakatan para Ulama, dan seorang muslim hendaklah berusaha mendatangi dokter yang ahli, baik penyakit dalam, penyakit saraf, maupun penyakit luar lainnya untuk diperiksa apa penyakit yang diderita dan kemudian diobati dengan obat yang dibolehkan oleh syara’.

A.HIKAYAH SIHIR

Di India antara agama dan ilmu sihir telah terkontaminasi satu sama lain dengan cara latihan-latihan hidup kasar, berkurban, bertapa dan lain-lain. Dan tatkala datang agama Budha bukannya menghapus sihir tetapi agama tersebut malah melestarikannya. Perlu diketahui, bahwasannya salah satu bagian dari keempat kitab weda yaitu kitab “Atroof” adalah khusus berisikan ajaran mantra dan sihir.
Ibnu Kholdun menceritakan bahwa pada masanya di India ada orang yang menunjuk orang lain dengan jarinya, maka tiba-tiba orang yang ditunjuk hatinya menjadi pecah dan kemudian mati. Kemudian badan tersebut dibongkar oleh orang-orang. Aneh sekali setelah hati orang tersebut tidak ditemukan di dalam rongga tubuhnya.
Beliau juga menceritakan bahwasannya beliau pernah bertemu dengan segolongan penganut sihir dan menyaksikan atraksi-atraksi mereka, dan mereka mengabarkan bahwasannya mereka mempunyai latihan-latihan dan arahan-arahan khusus dengan doa-doa kufur dan syirik demi spiritualisme jin dan bintang-bintang. Ada pada mereka lembaran-lembaran yang dinamakan “Alkhoziziyah” lembaran ini mereka pelajari. Dengan latihan-latihan (semedi) dan praktek-praketek tertentu inilah mereka dapat menerjakan atraksi-atraksi mereka..
Ibnu kholdun juga menceritakan bahwasannya sebagian orang-orang sufi telah larut dalam dunia sihir, yaitu ilmu rahasia huruf-huruf. Sihir semacam ini dikenal oleh kalangan mereka dengan nama “simiya” . Ilmu sihir terjadi di kalangan sufi pada saat munculnya gerakan sufi ekstrem dan kecenderungan mereka menyingkap tabir inderawi.
Ibnu taimiyah mengatakan kebanyakan ahli sihir yang mengaku beragama islam menulis “kalamullah” dengan menggunakan barang najis seperti darah atau tidak dengan menggunakan barang najis.
Ibnu Hajar mengatakan bahwa orang-orang yang mempunyai kemampuan luar biasa secepatnya didekati, jika ia seorang yang konsisten dengan syari’ah , suka menjauhi dosa-dosa besar dan kecil yang membinasakan, maka hal-hal luar biasa yang ada pada dirinya adalah karomah, jika sebaliknya maka tak lain adalah sihir karena terjadi pada diri seseorang dengan bantuan syetan-syetan.

B. DALIL ADANYA SIHIR

1) Dalil dari Al-Qur’an.

Mengenai dalil tentang adanya sihir, banyak kita jumpai di dalam Al-Qur’an silakan dicek sendiri, di antaranya adalah seperti pada (QS. Al Baqarah : 102-103) yang terjemahannya sebagai berikut:.
(#qãèt7¨?$#ur $tB (#qè=÷Gs? ßûüÏÜ»u‹¤±9$# 4’n?tã Å7ù=ãB z`»yJø‹n=ß™ ( $tBur txÿŸ2 ß`»yJø‹n=ß™ £`Å3»s9ur šúüÏÜ»u‹¤±9$# (#rãxÿx. tbqßJÏk=yèム}¨$¨Y9$# tósÅb¡9$# !$tBur tAÌ“Ré& ’n?tã Èû÷üx6n=yJø9$# Ÿ@Î/$t6Î/ Nr㍻yd šVr㍻tBur 4 $tBur Èb$yJÏk=yèムô`ÏB >‰tnr& 4Ó®Lym Iwqà)tƒ $yJ¯RÎ) ß`øtwU ×poY÷GÏù Ÿxsù öàÿõ3s? ( tbqßJ¯=yètGuŠsù $yJßg÷YÏB $tB šcqè%Ìhxÿム¾ÏmÎ/ tû÷üt/ ÏäöyJø9$# ¾ÏmÅ_÷ry—ur 4 $tBur Nèd tûïÍh‘!$ŸÒÎ/ ¾ÏmÎ/ ô`ÏB >‰ymr& žwÎ) ÈbøŒÎ*Î/ «!$# 4 tbqçH©>yètGtƒur $tB öNèd”àÒtƒ Ÿwur öNßgãèxÿZtƒ 4 ô‰s)s9ur (#qßJÎ=tã Ç`yJs9 çm1uŽtIô©$# $tB ¼çms9 ’Îû ÍotÅzFy$# ïÆÏB 9,»n=yz 4 š[ø©Î6s9ur $tB (#÷rtx© ÿ¾ÏmÎ/ öNßg¡àÿRr& 4 öqs9 (#qçR$Ÿ2 šcqßJn=ôètƒ ÇÊÉËÈ öqs9ur óOßg¯Rr& (#qãZtB#uä (#öqs)¨?$#ur ×pt/qèVyJs9 ô`ÏiB ωYÏã «!$# ׎öyz ( öq©9 (#qçR%x. šcqßJn=ôètƒ ÇÊÉÌÈ


“ Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir." Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui. Sesungguhnya kalau mereka beriman dan bertakwa, (niscaya mereka akan mendapat pahala), dan sesungguhnya pahala dari sisi Allah adalah lebih baik, kalau mereka mengetahu”i.Selain dalam QS. Al Baqarah, terdapat pula pada surat yang lain seperti pada surat Yunus: 77, Yunus : 81-82, Thaaha : 67-69, Al-A’raaf : 117-122, AL-Falaq :1-5 ).

2) Dalil dari Sunnah

Imam Ibnu Hushain ra berkata bahwa Rasulullah telah bersabda “Tidaklah termasuk kelompok kami orang yang melakukan peramalan dengan alat tertentu (tathayyur) atau mengaku mengetahui hal yang ghoib, atau bertanya pada orang yanga mengaku mengetahui hal ghoib, atau melakukan sihir, dan atau meminta suatu perbuatan sihir Sedangkan yang datang kepada dukun peramal lalu ia membenarkan apa-apa yang diucapkan oleh dukun peramal tersebut, maka ia telah kafir dengan ajaran yang diturunkan pada Muhammad SAW “
(HR.Al Bazzar).
Sebenarnya masih banyak hadits-hadits yang menjelaskan tentang sihir, namun yang jelas inti dari hadits-hadits tersebut adalah bahwa nabi Muhammad SAW memerintahkan untuk menjauhi dan meninggalkan sihir karena termasuk dosa besar yang menghancurkan.

C. DEFINISI DAN MACAM-MACAM SIHIR

1) Definisi

Menurut Ibnu Qoyyim, sihir adalah kumpulan pengaruh roh-roh jahat dengan kekuatan alam darinya.
Menurut Al-Imam Fakhrudin Ar-Razi, sihir dalam pengertian syari’at berkaitran dengan segala hal yang mempunyai sebab tersembunyi, dan ia dibayangkan tidak pada hakikat sesuatu, dan sihir berjalan dalam sebuah proses pemalsuan dan penipuan.
Sedangkan menurut definisi dari AL Qudamah al Maqdisi, sihir dapat membunuh, membuat orang sakit, menahan seorang suami sehingga ia tidak dapat menggauli istrinya, membuat bercerainya suami istri, atau membuat dua orang menjadi saling mencintai.

2) Macam-macam sihir

Dalam praktek sihir ada berbagai macam bentuk dan jenis sihir. Di antaranya:
a) Sihir kekebalan dan ilmu kesaktian
b) Sihir penyakit
c) Sihir gangguan kejiwaan
d) Sihir hayalan
e) Sihir gila
f) Sihir pandangan mata
g) Sihir permusuhan atau perceraian
h) Sihir mahabbah (pelet).

D.PERBEDAAN KARAMAH DENGAN SIHIR

Karena pandainya agen-agen syaitan dalam mengemas produk yang mereka tawarkan dan penampilan islami yang mereka tampilakan, serta banyaknya media masa yang mengiklankan mereka. Maka perlu kiranya untuk mengetahui perbedaan antara karamah dengan sihir, agar kita tidak keliru atau tertipu oleh syaitan dari jin atau syaitan dari manusia. Tidak mudah tergoda oleh penampilan dan kemasan, covernya islami tetapi isinya syaitani. Di antara perbedaannya adalah sebagai berikut:
a) Karamah dari allah sedangkan sihir dari syaitan
b) Karamah tidak dapat dipelajari sedangkan sihir dapat dipelajari
c) Karomah tidak dapat ditransfer sedangkan sihir dapat ditransfer.
d) Karomah tidak dapat diwariskan sedangkan sihir dapat diwariskan.
e) Karomah tidak dapat didemonstrasikan sedangkan sihir dapat didemonstrasikan.
f) Karomah tidak dapat diprediksi kedatangannya sedangkan sihir dapat diprediksi.
g) Karomah terjadi tidak berulang-ulang sedangkan sihir dapat diulang-ulang.
h) Karomah hanya dimiliki orang soleh sedangkan sihir dimiliki orang munafik, fasik dan kafir.
i) Karomah tidak dapat diperjual belikan sedangkan sihir dapat diperjual belikan.





Tidak ada komentar: