A. LETAK GEOGRAFIS dan FASILITAS WISATA
Pantai suwuk terletak di dusun Suwuk, desa Tambak Mulya, kecamatan Puring kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Indonesia.
Bagi anda yang mau datang dari arah Jogja bisa lewat jalur selatan-selatan. Dan bagi anda yang mau datang dari arah utara bisa lewat Gombong, Tanya saja sama tukang ojek “sangkal putung mana ya pak/mas” terus dari sangkal putung menuju ke selatan terus sampai mentok.
Dusun Suwuk adalah dusun yang letaknya terpisah dari dusun-dusun yang lain sehingga terkesan seperti terisolasi, namun kenyataannya tidak terisolasi karena dusun tersebut dilewati jalur selatan-selatan. Dengan kesan seperti terisolasi itulah yang menurut kami dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.
Di sebelah timur berbatasan dengan area persawahan yang hijau, yang apabila kita memandang ke utara dari sebelah selatan persawahan, pada pagi hari maka akan terlihat puncak gunung Sumbing nan jauh di sana.
Di sebelah tenggara berbatasan dengan area pohon Kelapa ( biasa disebut oleh penduduk setempat dengan sebutan “Tirisan” karena pohon kelapa yang masih kecil namanya adalah tiris, dan memang di daerah itu pohon kelapanya kecil-kecil sehingga menambah daya tarik tersendiri bagi mereka yang baru atau sudah lama jatuh cinta) Tapi perlu diketahui bahwa di daerah tirisan banyak sekali syetan yang mengajak kepada perbuatan zina baik itu syetan laki-laki maupun perempuan. Sehingga bagi temen-temen yang mau masuk ke daerah itu jangan lupa baca basmalah (tasmiyah) terlebih dahulu.
Di sebelah selatan, disitulah inti dari wisata pantai suwuk. Di sini anda bisa menikmati keindahan pantai dengan debur ombaknya yang merdu sambil duduk-duduk di warung kecil dan menikmati maknan-makanan ringan maupun berat, yang memang sudah disediakan untuk para pengunjung. Eh tapi jangan lupa bayar lhoo!!!!!! Kasihan kan ibu-ibu penjualnya.!!!!!Bagi anda yang bawa anak kecil atau adik kecil, silakan bisa menunggang kuda dengan biaya terjangkau, tetapi layanan kuda hanya ada pada saat hari-hari libur saja. Ok. Bagi anda yang hewan, eh sory yang suka hewan bisa lihat di mini zoo. Saya sarankan kepada pengunjung supaya bisa mengambil ibrah (pelajaran) terhadap semua yang diciptakan Alloh swt. Silakan amati benda-benda (laut, sungai, hewan-hewan dsb). Misalnya ombak, karena kebesaran Allohlah ombak itu dapat bergulung-gulung dengan indah dan unik. Dapat berjalan terus-menerus tidak kenal lelah dan tidak kenal krisis bahan baker. Maaf, tidak seperti lampu lalu lintas yang menyala bergiliran terus menerus tapi kalau listriknya mati ya ikut padam so nyusahin pak polisi and pemakai jalan. iya kan?
Bagi anda yang beragama Islam, saya sarankan supaya tidak mengagungkan laut ataupun yang menurut cerita mbahureksonya laut (nyi roro kidul), tapi agungkanlah yang menciptakan laut (Alloh swt).fahimtum? so tidak usah buat tumpeng ataupun ingkung ataupun ayam yang dilarung dsb coz Cuma buang-buang biaya aj and syirik akbar. klo memang mau ngasih makanan sama orang lain y kasih aj sama tukang parkir atau nelayan yang ada disitu!!!dijamin 100% pasti mau menerima and bagi yang ngasih insya alloh dapat balasannya dari Alloh swt. Aamiin
Di sebelah barat, nah???? disinilah bagi bapak-bapak / temen-temen yang punya hobi mancing (fishing) “saya juga suka lhoo”. Bisa mancing sepuasnyaaaaaaaaaaaa and gratizzzzzzzzzzzz (tidak dipungut biaya sepeserpun). Anda bisa mancing sambil duduk-duduk di bebatuan yang memang sudah di sediakan untuk penguat tanggul dan untuk tempat duduk bagi para penggila mancing. Kalau anda sudah duduk di situ biasanya anda lupa, tidak terasa waktu berjalat sangat cepat, so jangan lupa solat, musola ada di sebelah timur dan utara silakan pilih sesukamu. Ok
Saya sarankan kalau mancing umpannya pakai udang saja, bisa dibeli disalah satu toko deket wisata. Karena kalau pakai cacing, dapetnya cuman ikan “kutik” ( sebutan penduduk sekitar) kalau orang jogja menyebutnya “kotes”, kalau saya menyebutnya “kathing”.
I think fishing in the river is better than fishing in the pemancingan ya ora friends? Maaf, bukannya menjelek-jelekan pemancingan. ‘Afwan jiddan ya kalau nyinggung. Ya begitulah keagungan Alloh, tidak dapat ditiru ataupun disamakan dengan buatan makhluknya, walaupun orang Jepang yang membuat (buatan jepang adalah laut butan yang disertai dengan ombak buatan). Akan tetapi keagungan Alloh itu jangan sampai membuat kita hanya pasrah kepada Alloh dan tidak mau berusaha. Kita memang harus pasrah kepada Alloh tetapi setelah kita berusaha dengan sepenuh daya dan pikiran (tawakal) sehingga kita bisa kreatif seperti orang jepang..Aamiin
Oh iya kembali ke sungai yu,,nama sungainya apa ya?????Kalau orang suwuk menyebutnya sungai suwuk, kalau orang diseberang sungai (di balik pegunungan) menyebutnya sungai Karang Bolong, karena sungai itu merupakan pemisah antara suwuk dengan desa Karang Bolong. Lalu apa ya nama sebenarnya? Kalau menurut hemat saya mungkin kedua-keduanya benar kaleeee, so ga usah diributin. Jalan terbaiknya adalah : sungainya dibagi dua aj. Dari garis tengah ke barat namanya sungai Karang bolong and dari garis tengah ke timur namanya sungai Suwuk, Gmn? Setuju ga dengan usul saya?
Di sebelah barat sungai ada sebuah pegunungan (is called Kudi mountain) karena bentuknya menyerupai bentuk Kudi (Alat sejenis golok yang digunakan untuk memotong kayu, rengge dsb). Rengge adalah sebuah nama kegiatan mencari kayu bakar, dan biasanya orang-orang suwuk tidak mencari kayu bakar seperti masyarakat Indonesia pada umumnya (mencari di hutan atau di atas pohon). Tetapi orang suwuk mencari kayu bakar di tepi pantai yang berasal dari semak-semak yang ikut hanyut terbawa arus sungai.
Selain mancing, pengunjung juga dapat menyeberang sungai dengan naik perahu getek. Biayanya sangat terjangkau (about 2000-3000 rupiah). Di seberang sungai, pengunjung dapat menikmati keindahan pegunungan-pegunungan, pantai karang bolong dan masuk gua karang bolong.
Di sebelah utara, berbatasan dengan area persawahan dan sungai. Yang di atasnya membentang sebuah jembatan yang dinamakan oleh pemerintah dengan sebutan jembatan Karang Bolong. Sebagai orang suwuk saya selalu menanyakan pada diri saya sendiri, kenapa? Nama jembatan yang menghubungkan antara suwuk dengan desa Jladri ko namanya Karang Bolong. Padahal karang bolong letaknya jauh di balik pegunungan kudi di sebelah barat daya dari jembatan tsb. Sehingga saya sarankan bagi pemerintah dan kontraktor supaya hati-hati dalam memberi nama suatu bangunan yang namanya mengambil dari nama suatu tempat karena dapat membingungkan orang asing yang ingin yang belum pernah melewati daerah tsb.
Eeh malah jadi larut ke dalam sebuah masalah, sudahlah kita sekarang kembali ke jembatan and tidak perlu mengangkat masalah nama jembatan ke permukaan karena hanya buang-buang energi. Pada saat air sungai jernih (pada musim kemarau/ pada saat tidak banyak turun hujan) pengunjung bisa memancing ikan “Blanak” dari atas jembatan dengan umpan yang khusus (umpannya dibentuk seperti bola pingpingpong dengan komposisi khusus) saya sendiri belum pernah mencoba membuatnya. Kalau mau coba silakan tanyakan saja pada orang-orang yang biasa memancing di situ!!! Biasanya orang-orang yang mancing berjajar di jembatan, kalau lagi ramai mungkin bisa sampai ratusan orang, kalau lagi sepi ya kosong.
Oh iya hampir lupa, kalau memancingnya sudah capek, mampir saja ke warung yang ada di sebelah timur dan barat jembatan sambil minum es teh. Tapi pancingnya di pasang saja!! Siapa tahu ada ikan yang lagi kelaparan truz makan umpannya njenengan ( antum, you, dsb).
B. JAJANAN YANG TERSEDIA
Jangan lupa bagi yang hoby makan silahkan bawa uang yang banyak, coz BBM naik jadi makanan pokok ikut naik. Jangan salahkan pedagang kalau makananya mahal tapi salahkan saja si jarwo kuat butet jogja.
Makanan fardu ‘ain (cmn canda) : kupat, tempe, tahu brontak (jogja tahu susur), ba’wan, lotek khas suwuk (pedese ora nguwati so nk sampean wong jogja kudu ngomong disit kon aja pedes-pedes banget ok), kupat tahu.
Makanan fardu kifayah : soto, bakso, mie ayam, nasi rames.
Minuman fardu ‘ain : es campur, es the, sprite, coca cola, fanta.
Minuman fardu kifayah : kopi hangat kebul-kebul, extrajoz, kratingdaeng dsb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar